Mengenal 2 Mobil Listrik Buatan Indonesia – Mobil listrik buatan Indonesia memiliki kualitas yang tidak kalah saing! Simak kelebihan, kekurangan, dan alasan mengapa mobil listrik karya anak bangsa wajib dipertimbangkan! Penjualan mobil listrik di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 7.8% per Mei 2024. Data yang berasal dari Asosiasi Industri mobil Bermotor Indonesia (AISI), menunjukan bahwa masyarakat Indonesia memiliki ketertarikan cukup tinggi dalam penggunaan mobil listrik.
Daftar Mobil Listrik Buatan Indonesia
Tucuxi
Tucuxi merupakan mobil listrik indonesia yang di desain oleh seorang pengusaha sekaligus pemilik ElektrikCar, LLC, Danet Suryatama. Danet suryatama menceritakan bahwa mobil listrik tucuxi tersebut sudah di kembangkan dan di rancang sejak tahun 2004 hingga 2008. Sempat terhenti, namun berkat adanya permintaan khusus dari mantan menteri BUMN, Dahlan Iskan, danet melanjutkan pengemabangan mobil listrik buatannya. Danet mendesain mobil listrik Tucuxi dengan tampilan mirip seperti lumba-lumba air tawar asal sungai Amazon bernama Tucuxi, yang juga menjadi nama dari mobil listrik tersebut. Dengan spesifikasi mesin mobil yang cukup bertenaga di 3.000 cc, mobil listrik Tucuxi dibandrol dengan harga sekitar Rp1.5 miliar. Pada uji coba pertama mobil listrik Tucuxi, yang dilakukan oleh Dahlan Iskan, terjadi kecelakaan lantaran mobil Tucuxi tidak memiliki gearbox, sehingga performa dan pengereman mobil tidak maksimal. Memiliki kualitas yang patut untuk dipertimbangkan, sayangnya akibat kecelakaan tersebut, mengharuskan proses pengembangan mobil Tucuxi menjadi terhenti.
Baca Juga : 4 Mobil Toyota Termahal Di Indonesia Yang Diminati Orang Kaya
Selo
Ricky Elson juga mengembangkan mobil listrik lain yang diberi nama Selo. Mobil ini diperkenalkan pada ajang dan tahun yang sama yaitu APEC 2013. Sempat menjadi perbincangan hangat, desain mobil Selo yang mirip seperti mobil sport car, Lamborghini. Mobil listrik Selo memiliki keunggulan dalam kualitas dan daya tahan baterainya. Dengan pengisian baterai selama 4 jam dari 0%-100%, mobil ini dikenal sebagai mobil listrik dengan jarak tempuh terjauh dengan jarak tempuh maksimal yaitu 250 km. Untuk Anda yang ingin mendapatkan mobil listrik ini, Selo dijual dengan harga mulai dari Rp1.5 miliar. Sayangnya, hingga saat ini mobil Selo masih belum menemukan titik kejelasan terkait uji emisi karena dinyatakan tidak lulus uji emisi pada Juni 2015. Selain itu, mobil listrik Selo juga dinyatakan tidak layak produksi karena mobil ini akan mengalami overheat pada bagian mesinnya apabila melaju lebih dari 80 km/jam. Adanya faktor-faktor tersebutlah yang membuat proses pengembangan mobil listrik Selo harus dihentikan.
